Indonesia memiliki dua musim, yaitu hujan dan kemarau. Data dari Badan Meteorologi Klimatologo dan Geofisika (BMKG), musim penghujan terjadi pada bulan November hingga Maret, sedangkan musim kemarau terjadi pada bulan April hingga Oktober. Ketika musim penghujan, mayoritas orang merasa khawatir saat menjemur pakaian, kekhawatiran tersebut bertambah ketika sedang berada diluar rumah dan pada saat itu dirumah sedang tidak ada orang. Karena takut pakaian yang dijemur basah oleh air hujan, oleh karena itu banyak masyarakat menjemur pakaian di terasteras rumah. Walaupun jemuran pakain tersebut kering, akan tetapi keringnya tidak bisa maksimal. Sehingga ketika pakaian tersebut dipakai akan terasa tidak nyaman, tidak menutup kemungkinan juga menimbulkan bau yang kurang sedap. Dari kejadian tersebut, penulis memiliki ide sederhana untuk menciptakan alat penarik jemuran otomatis. Alat tersebut menggunakan microcontroler Arduino uno, sensor hujan dan sensor Light Dependent Resistor.
Secara umum microcontroler adalah suatu chip IC (Integrated Circuit) yang dapat menerima sinyal input, mengolah dan memberikan sinyal output sesuai program yang diisikan didalamnya. Sedangkan Arduino uno disebut juga pengendali mikro single-board yang bersifat open-source, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang. Cara kerja alat ini adalah mendeteksi cuaca sekitar melalui sensor LightDependent Resistor dan sensor hujan. Ketika sebuah sensor LDR mendeteksi cuaca mendung atau tidak ada sinar matahari, maka alat akan menterjemahkan “akan terjadi hujan”, sehingga alat akan menarik jemuran ke tempat yang teduh. Begitu juga sebaliknya ketika sensor LDR mendeteksi sinar matahari alat akan menterjemahkan bahwa cuaca disekitar panas, alat akan menarik jemuran ketempat yang terkena sinar matahari. Sedangkan sensor hujan berfungsi mendeteksi air hujan atau tetesan air hujan. Ketika penampang sensor hujan terkena air, maka alat secara otomatis akan menarik tali jemuran ke tempat yang teduh.
Arduino uno merupakan singleboard mikrokontroler yang dibuat untuk keperluan proyek elektronika multi disiplin agar lebih mudah diwujudkan. Desain dari hardware Arduino terdiri dari 8-bit Atmel AVR microcontroller, atau 32- bit Atmel ARM dimana desain tersebut bersifat terbuka (open-source hardware). Arduino uno software terdiri dari compiler bahasa pemograman standar dan sebuah boot loader yang dieksekusi dalam microkontroller [4] . Software Arduino yang digunakan adalah driver dan IDE, walaupun masih ada beberapa software lain yang sangat berguna selama pengembangan Arduino. IDE (Integrated Development Environment )suatu program khusus untuk suatu komputer agar dapat membuat suatu rancangan atau sketsa program untuk papan Arduino.
LDR atau Light Dependent Resistor adalah salah satu jenis resistor yang nilai hambatanya dipengaruhi oleh cahaya yang diterima olehnya. Besarnya nilai hambatan pada LDR tergantung pada besar kecilnya cahaya yang diterima oleh LDR itu sendiri. LDR merupakan suatu jenis hambatan yang sangat peka terhadap cahaya. Sifat dari hambatan LDR ini adalah nilai hambatanya akan berubah apabila terkena cahaya atau sinar. Untuk dapat mengetahui kesensitifan sensor Light Dependent Resistor maka perlu dilakukan beberapa pengujian, yaitu dengan cara meletakkan sensor LDR pada tempat yang terang dan tempat gelap. Dalam proses percobaan sensor cahaya dapat menggunakan bantuan cahaa dari lampu atau cahaya yang bersumber dari matahari.
Sensor hujan merupakan alat switching yang digerakkan berdasarkan curah air (hujan). Sensorhujan yang dipakai penulis dalam pengerjaan alat ini menggunakan plat PCB (printed circuit board) yang dibentuk sedemikian rupa hingga menyerupai sisir.
Rangkaian pengendali atau driver untuk actuator (pengatur pergerakan motor DC) yang digunakan dalam menggerakkan motor adalah IC L293D. IC L293D digunakan sebagai penggerak pengganti relay, IC L293D sebagai pengendali gerak motor dalam alat jemuran otomatis karena dapat mengendalikan putaran motor DC dalam dua arah putaran, yaitu searah jarum jam dan berlawanan arah jarum jam.


Program akan aktif menggunakan input-an analog dan digital. Pada kondisi awal adalah jika nilai LDR lebih dari 5 dan sensor hujan sama dengan 1, maka jemuran akan berada didalam keadaan stand-by. Kemudian jika nilai LDR kurang atau sama dengan 5 dan sensor hujan sama dengan 1, maka jemuran akan ditarik keluar. Jika tidak, nilai LDR lebih dari 5 dan sensor hujan sama dengan 1, cuaca mendung dan jemuran ditarik kedalam. Jika tidak kedua-duanya, nilai LDR lebih dari 7 dan sensor hujan sama dengan 0, cuaca hujan dan jemuranditarik kedalam. Jika tidak ketiga-tiganya, nilai LDR kurang dari 5 dan sensor hujan sama dengan 0, cuaca panas dan hujan, jemuran akan ditarik kedalam.
Referensi
Kurnia, Rizal, dan Hidayat. Perancangan Dan Realisasi Prototipe Alat Penjemur Pakaian Otomatis Berbasis Mikrokontroler. Teknik Telekomunikasi IT Telkom, Bandung.
Rismawan, Sulistiyani, dan Tristanto. Rancang Bangun Prototype Penjemur Pakaian Otomatis Berbasis Mikrokontroler ATmega 8535, Volume 1 No.1, Lampung, Januari 2012.






















